Misteri Sebuah Lubang

431 views

cerita dewasa

“Apa yang sedang kauintip
melalui lubang itu, Valita
Lardis?” tanya Yosely Montana
kepada temannya yang sedang
asyik mengintip sesuatu melalui
sebuah lubang pada dinding
kamarnya. Lubang itu memang
suudah ada sejak mereka kos
di kamar ini enam bulan lalu.
Kamar di sebelah kamar
mereka adalah kamar kosong
yang dikunci dan tidak pernah
ditempati sejak mereka pindah
ke sini.
“Ada dua orang yang
berhubungan seks di kamar
sebelah, Yosely,”
“Benarkah? Coba aku lihat!”
Valita mundur dan sekarang
giliran Yosely yang mengintip
pemandangan di kamar sebelah
melalui lubang kecil itu.
Meskipun lubang itu kecil,
tetapi dia dapat melihat
pemandangan yang ada di
seluruh kamar itu. Tampaklah
pemandangan mengesankan. Si
pria yang berkulit agak hitam
sedang menusuk liang vagina
teman tidurnya yang
kelihatannya berkulit agak
putih. Si wanita terus
mengerang-ngerang dengan
histeris. Si pria terus menusuk-
nusuk lubang vagina dan
lubang anus silih berganti.
Wanita itu sesekali memainkan
puting susu si pria. Karena
merasa terangsang semakin
dalam, si pria pun membalikkan
badan si wanita dan
mempercepat gerakan
memompa yang tadi.
“Aarghk..!!” sesekali terdengar
jeritan si wanita.
“Teruskah, Sayang! Lebih cepat
lagi! OH my God..”
“Uh.. Uh..! Uh..!” si pria berkali-
kali melenguh berusaha
mengatur napas dan
mempertahankan agar dia
tidak mencapai orgasme dalam
waktu singkat. Dia mau
membuat si wanita mencapai
orgasme beberapa kali baru
dia sendiri rela melepaskan
sperma ke dalam liang vagina
si wanita. Harapannya tercapai
sebab beberapa saat
kemudian, tubuh si wanita
menegang dan si pria
merasakan lubang vagina si
wanita menarik penisnya lebih
dalam selama beberapa kali.
Akhirnya, pertahanan si pria
pun runtuh.
“Oh my God..” kata si pria.
“Spermaku keluar.. Aarghkk..!!”
terdengar erangan kenikmatan
yang tiada tara.
Begitu permainan di kamar
sebelah selesai, Yosely pun
membalikkan badannya. Dia
tersentak kaget mendapati
Valita yang telanjang bulat.
Dengan beberapa erangan
yang penuh kenikmatan, Valita
menusuk-nusuk vaginanya
dengan botol parfum yang
terbuat dengan plastik. Dia
melapisi kondom ke botol
parfum itu. Tampaklah botol
parfum itu keluar masuk
vaginanya sendiri. Yosely
menggeleng-gelengkan
kepalanya.
Valita memang wanita yang
bernafsu besar. Yosely sendiri
tidak habis pikir mengapa
Valita bisa bekerja di sebuah
apotik. Mengapa dia tidak
menjadi wanita penghibur saja?
“Aahh..!! Bantu aku meneruskan
permainan ini, Yosely. Aku
benar-benar sudah tidak
tahan. Bantu aku mencapai
orgasme. Oh..” jeritan Valita
melengking tinggi.
Yosely melakukan gerakan
maju mundur dengan botol
parfum. Sudah 10 menit berlalu
tetapi Valita belum mencapai
puncak kenikmatan. Yosely
terus melakukan gerakan maju
mundur menusuk-nusuk liang
vagina temannya. Beberapa
saat-saat terakhir, tampaklah
setetes cairan keluar dari liang
vagina Valita. Tubuh Valita pun
menegang menikmati setiap
detik orgasme yang
menderanya.
“Oh.. Tidak..! Nikmatnya bukan
main, Yosely,”
“Kau memang wanita genit,
Valita. Lihat sedikit
pemandangan saja sudah
terangsang. Setiap kali kau
terangsang kau pasti
melampiaskannya melalui
masturbasi. Untunglah kau
tidak menjadikan aku sebagai
sasaranmu,”cewek gila coba tidur telanjang di tempat terbuka
“Ayo kita lihat pemandangan di
kamar sebelah! Mungkin
mereka belum puas dan
mereka meneruskan permainan
mereka ke babak kedua,”
Yosely pun merasa penasaran
juga karena sejak dia melihat
dari tahap permulaan sampai
tahap mencapai puncak
kenikmatan, dia belum melihat
wajah kedua orang itu walau
hanya sekali. Dia sendiri heran
mengapa dia tidak bisa melihat
wajah kedua orang itu padahal
melalui lubang itu dia bisa
melihat seluruh isi kamar
sebelah. Dia pun menempelkan
bola matanya ke lubang itu.
Namun, kedua orang itu sudah
menghilang. Yosely terperanjat.
“Mereka menghilang, Valita.
Keduanya menghilang entah ke
mana. Mereka berpakaian dan
merapikan tempat tidur dalam
waktu yang begitu cepat. Coba
kau lihat! Tempat tidur itu
sepertinya belum pernah
ditiduri dan sepertinya tidak
pernah ada orang yang
berhubungan seks di atas
tempat tidur itu. Tempat
tidurnya rapi sekali,” kata
Yosely dengan tatapan penuh
keheranan.
“Kau pikir mereka adalah
orang-orang yang lamban
sepertimu? Kau mandi,
berdandan dan berpakaian saja
butuh waktu satu jam. Mungkin
mereka adalah sepasang
kekasih gelap. Karena mereka
berselingkuh, mereka tidak
boleh berlama-lama di sini.
Nanti orang lain akan
menangkap basah mereka.
Sudahlah! Ayo tidur! Besok
mungkin akan melihat
pemandangan yang sama lagi..”
kata Valita sambil tersenyum-
senyum penuh maksud.
Yosely pun tidur begitu lampu
kamar sudah dimatikan. Dalam
hatinya dia berpikir semoga
apa yang dikatakan oleh Valita
tadi benar. Kini dia mulai
merasakan sesuatu yang aneh,
yang membuatnya takut,
sesuatu yang mengancam. Ya
Tuhan! Apa yang telah terjadi
sebenarnya?
Kejadian tadi sepertinya adalah
kejadian yang wajar. Namun,
jauh di lubuk hatinya Yosely
tahu ada sesuatu yang aneh
dari permainan seks tadi. Dia
belum bisa menyebutkan yang
mana keanehan itu.
*****
Malam ini sangat berbeda
dengan malam-malam
sebelumnya. Cuaca di luar
sangat mendung. Yosely yang
bekerja sebagai pegawai
kantor sangat lelah sekali
karena seharian suntuk dia
sudah berhadapan dengan
lembaran-lembaran kertas dan
laporan-laporan yang membuat
matanya sakit. Kepalanya
terasa sakit. Dia membaringkan
badannya di atas tempat tidur.
Sementara itu, Valita sedang
asyik mengintip sesuatu yang
berada di kamar sebelah. Pasti
adalah orang yang
berhubungan seks lagi. Dasar
wanita genit!
Yosely menimbang-nimbang. Dia
sudah tinggal di sini selama
enam bulan. Sejak kapan
lubang itu ada ya? Dia ingat
sewaktu pertama kali pindah
ke sini lubang itu tidak ada. Dia
menerka-nerka dan akhirnya
dia teringat kembali. Lubang itu
tercipta sewaktu dia
menancapkan paku di
dindingnya guna menggantung
gambar di sana. Tetapi, gambar
itu sekarang sudah rusak dan
pakunya pun sudah dicabut.
Yang tersisa hanyalah lubang
itu.
“Aneh! Mengapa setiap gerakan
yang mereka lakukan selalu
sama dengan gerakan pada
malam-malam sebelumnya ya?
Apa mereka tidak bosan terus
melakukan gerakan yang
sama? Ini sudah kelima kali aku
selalu menyaksikan gerakan
yang sama. Aku juga tidak
pernah melihat wajah kedua
orang itu. Apa mereka adalah
orang yang sama dengan
orang yang berhubungan seks
di kamar itu pada malam-
malam sebelumnya?” Tiba-tiba
Valita menyeletuk.
Yosely spontan terbangun,
“Coba aku lihat!”
Sewaktu Yosely melihat,
permainan itu sudah sampai
setengah. Si pria mulai menjilati
vagina si wanita. Gerakan
lidahnya sungguh lincah
sampai-sampai si wanita
menggelinjang di tempat tidur.
Beberapa kali dia meremas-
remas penis dan testis si pria.
Dia juga mengulum-ngulum
penis yang kokoh itu dengan
sekuat tenaga. Kenikmatan
yang dirasakan si pria
membuatnya semakin
bersemangat. Dia terus
menjilati vagina si wanita.
Bahkan, sesekali dia berhasil
memasukkan lidahnya ke dalam
lubang vagina si wanita. Tak
lama kemudian akhirnya si
wanita mencapai puncak
kenikmatan disertai dengan
jeritan orgasmenya yang
melengking tinggi.
Permainan jilat-menjilat pun
dilanjutkan dengan gerakan
memompa. Dengan sekejap, si
pria berhasil menancapkan
penisnya ke dalam vagina
teman tidurnya.
“Yang kencang, Sayang,”
“Pasti. Aku sudah tidak tahan
lagi,”Foto Bugil Janda Muda Hypersex Pamerin Tubuh Indahnya Di Depan Rumahnya
Si pria pun menempelkan
tubuhnya ke tubuh si wanita.
Dengan demikian, puting
susunya dan dadanya yang
yang berbulu pun menempel
dengan kedua payudara di
wanita. Kedua gunung kembar
itu sungguh menantang. Dia
memainkan lidahnya terlebih
dahulu di atas gunung kembar
itu sebelum dia memulai
gerakan menusuk. Si wanita
mengerang-erang halus.
Setelah selesai menjilat
payudara si wanita, gerakan
tusuk-menusuk pun dimulai.
Gerakan itu sungguh
membangkitkan gairah. Gerakan
penis yang membelai otot-otot
vagina dan gesekan antara
gunung kembar si wanita
dengan dada si pria yang
berbulu sungguh
menggairahkan. Lagi-lagi
mereka mengulang-ngulang
gerakan yang sama dengan
malam-malam sebelumnya.
Yosely sungguh penasaran. Dia
ingin sekali melihat wajah
mereka. Di sisi lain kamar itu,
Valita berdiri menegang dengan
tubuhnya yang telanjang. Dia
sudah tidak bisa membendung
gairahnya yang menggebu-
gebu. Dia memasukkan botol
parfum yang sudah berlapis
kondom ke dalam vaginanya.
Dia juga melakukan gerakan
maju mundur disertai dengan
desahan napasnya yang sarat
akan nada kenikmatan.
Yosely terus menatap
pemandangan di kamar sebelah
tanpa henti. Tanpa sadar dia
sendiri juga menggosok-gosok
liang kemaluannya dengan
tangannya sendiri. Di tengah-
tengah kenikmatannya, tiba-
tiba dia tersentak kaget. Dia
melihat kedua orang di kamar
sebelah sedang tidur sambil
menempelkan kedua punggung
mereka. Namun, penis dan
vagina yang ada di bawah
tetap bersatu. Masih tampak
gerakan tubuh si pria yang
diiringi dengan gerakan penis
yang keluar masuk dari vagina
si wanita. Gerakan itu tidak
mungkin bisa dilakukan. Itu
sangat aneh!
Yosely membalikkan badannya.
Dia melihat Valita sudah
tergeletak lemas di atas
tempat tidur.
“Apakah mereka sudah selesai?
Aku sangat lelah karena aku
sudah orgasme tiga kali
berturut-turut,”
Mendengar perkataan Valita,
Yosely merasa lebih aneh lagi.
Sudah setengah jam berlalu.
Mengapa mereka berdua belum
mencapai orgasme walau hanya
sekali? Tidak! Ini tidak mungkin..
Yosely kembali menempelkan
bola matanya ke lubang itu.
Adegan tadi sudah berubah.
Sekarang si wanita
membungkuk di atas tempat
tidur. Si pria pun menusuk-
nusuk si wanita dari belakang.
Tusukan itu sangat cepat.
Kelihatannya tusukan itu
sangat nikmat.
“Uh..!Uh..” terdengar erangan si
pria walau hanya samar-samar.
“Nikmat sekali, Sayang!
Teruskan.. Teruskan.. Lebih
dalam lagi,” kata si wanita di
antara desahan napasnya yang
tersengal-sengal.
Setelah itu, dia tiba-tiba saja
mengangkat kepalanya dan
menatap tajam-tajam ke arah
lubang dimana Yosely mengintip.
Wajah wanita itu sangat
mengerikan. Dia tidak memiliki
bagian bola mata yang
berwarna hitam. Seluruh bola
matanya berwarna putih pucat.
Sepasang bola mata itu terus
menatap ke arah Yosely
dengan tatapan yang
menyimpan beribu kebencian
yang dalam. Yosely mulai
gemetaran.
“Aku sudah mau keluar,
Sayang. Bagaimana kalau aku
keluarkan saja di lubang itu?”
tanya si pria.
Si pria pun mengangkat
kepalanya dan kedua bola
matanya pun sama dengan
kedua bola mata si wanita.
Bola matanya putih pucat.
Perlahan-lahan si pria berjalan
menghampiri lubang itu. Crot!
Crot! Crot! Spermanya
disemprotkan ke arah lubang
itu dan tentu saja sperma itu
mengenai bola mata Yosely.
“Tidak..!!” jeritan Yosely
melengking tinggi.
Dia terjatuh dari tempat
tidurnya dan kepalanya
mengenai kaki meja yang
terletak di samping tempat
tidur. Dia merasakan kesakitan
yang amat sangat mendera
kepalanya. Dia ingin berteriak
memanggil Valita yang tertidur
tetapi kegelapan menariknya
ke arah yang semakin dalam.
*****Bokep Eropa Gadis Sange Mudah Mendesah
“Kau sudah sadar? Semalam
kau kenapa? Begitu aku
bangun pagi ini, aku melihat
kau tergeletak pingsan di
lantai. Dokter sudah
memeriksamu. Untunglah kau
tidak apa-apa,” kata Valita
cemas.
“Kau memanggil dokter ke sini?
Aduh..! Bayarannya pasti
sangat mahal,”
“Tidak apa-apa!” senyum Valita.
“Aku sangat mengkhawatirkan
keadaanmu. Aku bersedia
membayar berapa pun asalkan
kau selamat, Yosely. Tadi aku
mengira kau sudah meninggal.
Aku takut sekali..”
“Apa yang harus ditakuti di
sini, Valita? Kau mengetahui
sesuatu?” tanya Yosely di
antara penasaran dan cemas.
“Kamar di sebelah menyimpan
suatu tragedi, Yosely. Pemilik
tempat kos ini sudah
menceritakan semuanya
padaku. Delapan tahun lalu ada
sepasang pengantin muda yang
kawin lari. Mereka menginap di
tempat kos ini. Meskipun
mereka sudah melarikan diri
orang tua si gadis tetap saja
bisa menemukan anak mereka
dan memaksa anak mereka
pulang. Si gadis tentu saja
tidak mau karena dia sangat
mencintai suaminya. Terjadilah
baku hantam antara Ayah si
gadis dengan si pria. Si pria
tewas di tangan Ayah si gadis”.
“Si gadis tidak rela
menyaksikan kematian
suaminya. Oleh sebab itu, dia
pun bunuh diri di hadapan
kedua orang tuanya. Sesaat
sebelum kematian dia sempat
mengatakan bahwa dia sangat
menyesal telah dilahirkan ke
dunia ini sebagai anak dari
kedua orang kejam itu. Akibat
kejadian, si Ayah pun
dijebloskan ke dalam penjara
dan si Ibu mengalami gangguan
kejiwaan. Dia dihantui oleh
kesedihan dan rasa bersalah
terhadap putrinya. Sebaiknya
kita segera pindah dari sini,
Yosely. Setelah kita pulang
kerja nanti, kita akan
membicarakan hal ini lagi. Kau
istirahatlah!”
Valita berlalu dengan wajah
yang serius. Yosely tertegun
karena dia tidak pernah
melihat Valita bicara dengan
nada yang seserius tadi.
Perlahan-lahan dia
membaringkan tubuhnya di
atas tempat tidurnya. Dia ingin
segera pindah dari sini. Dia
harus segera pindah dari sini.
Rasa sakit kembali mendera
kepalanya seakan-akan
kepalanya mau pecah.

Tags: #cerita bokep #cerita dewasa #cerita hot #cerita hot terbaru #cerita mesum #cerita ngentot #cerita pemerkosaan #cerita perselingkuhan #cerita porno #cerita seks